Kali ini, bahasan kita rasanya akan tepat sekali bagi Anda, yang merasa sedang menjadi korban pelet. Karena melalui pembahasan kali ini, akan saya bagikan tentang bagaimana cara mengembalikan, atau membalikkan, atau mengirim kembali pengaruh pelet, kepada si pelaku.

Sebelumnya, sudah pernah saya terangkan mengenai macam-macam gejala pelet. Karena ciri-cirinya memang cukup banyak, mulai dari perasaan gelisah, halusinasi, hingga perubahan sikap menjadi linglung.

Bila gejala-gejala tersebut Anda rasakan, maka tenanglah dulu. Karena Anda tidak sendirian. Ada banyak sekali korban penyalahgunaan ilmu pelet yang bahkan sudah berada dalam pengaruh ilmu hitam untuk waktu yang cukup lama.

Diantara sekian banyak korban pelet yang datang kepada saya selama ini, setelah menceritakan kondisinya, maka biasanya mereka mengajukan satu pertanyaan yang sama. Pertanyaan itu, kurang lebihnya berbunyi seperti ini, “Bu, bisa tidak kalau peletnya dikembalikan kepada yang mengirim?”

Intinya klien-klien tersebut ingin, agar si pelaku pelet merasakan, apa yang selama ini dia rasakan. Sejujurnya saya menganggap permintaan ini sebagai sesuatu yang kurang bijak. Kenapa kurang bijak? Karena ini menandakan bahwa di hati Anda ada dendam. Anda ingin orang ini merasakan kesusahan. Karena Anda menganggap, dia pernah menjadikan Anda menderita.

Padahal kalau Anda membalasnya dengan cara seperti ini, lalu apa bedanya diri Anda dengan orang itu?


Baca Juga :


Manakala kita merasakan sakit, mestinya sakit itu kita obati. Agar sembuh. Soal darimana penyakit ini berasal, anggaplah sudah merupakan bagian dari rencana Tuhan. Barangkali Tuhan ingin agar kita bisa menjadi lebih bijak, serta lebih dewasa dalam menyikapi suatu cobaan.

Yang penting kita bisa sembuh, dan untuk selanjutnya tidak lagi mengidap sakit yang sama. Tidak perlu ada balas dendam dalam sebuah kesembuhan.

Mestinya seperti itu. Harapan saya demikian. Tetapi pada kenyataannya, kebanyakan orang masih berharap agar pengaruh pelet bisa dibalikkan atau dikembalikan kepada si pengirim.

Karena itu, apa yang saya bagikan kali ini, terlebih dulu saya harapkan untuk Anda anggap sebagai sebuah wawasan saja. Jangan buru-buru dipraktekkan bila masih ada dendam di hati Anda.

Langsung saja, untuk menghilangkan sekaligus mengirimkan kembali pengaruh pelet kepada si pelaku, yang pertama perlu Anda siapkan adalah dua gelas air putih.

Kemudian bacalah mantra sebanyak tujuh kali, pada masing-masing gelas tersebut. Jadi Anda baca tujuh kali pada satu gelas air, lalu tiupkan. Ulangi pada gelas yang kedua. Jadi total Anda membaca mantranya 14 kali.

Bacaan mantranya seperti apa, akan saya tuliskan di akhir artikel ini.

Salah satu gelas tersebut, minumlah airnya sampai habis. Sedangkan gelas yang satunya lagi letakkan di sebelah tempat tidur Anda. Dengan cara inilah pengaruh pelet yang dikirimkan, akan kembali kepada yang bersangkutan. Tanpa Anda perlu tahu siapa orang yang mengirimkan pelet tersebut kepada Anda.

Bisa dibilang, cara ini memang sangat mudah. Dan karena sangat mudah, maka baiknya Anda pergunakan wawasan ini secara bijak. Jangan sekali-kali diamalkan dengan kepala penuh amarah. Biasakan untuk membuat keputusan apapun dengan kepala yang dingin dan tenang.

Akhir kata, kepada Anda saya doakan yang terbaik. Semoga bermanfaat dan salam rahayu.


Mantra Pembalik Pelet:

“Bismillahirrohmanirrohim,
Ya Fattahu Ya Mukiku Ya Sultonu (3x)
Ya Lailahailalloh Muhammad Rosululloh
Tulak Tanggul (3x)
Tuju Luput Kang Tinuju,
Kena Kang Nuju Belaka
Abaliya Abaliya Abaliya
Lailahailalloh Muhammad Rosululloh
Ora Ingsun Kang Kuwasa Nulak Ing Gambar
Kang Kaya Pasangan Lan Sakabehe Sranamu
Ananging Allah Kang Nulak
Teka Bali Ambalika Kang Nedya Dursila
Ya Lailahailallah Muhammad Rosululloh Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.”


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi Sundari langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Bisakah Mengembalikan Pelet Pada Pengirimnya? Inilah Yang Akan Kita Bahas

One thought on “Bisakah Mengembalikan Pelet Pada Pengirimnya? Inilah Yang Akan Kita Bahas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!